Kisah Ibu dan Anak yang Sama-sama Mencari 'Tuhan' dan Menemukannya dalam Islam

<< Aisha dan Phildel
Biasanya di Barat, adalah anak dan bukan orang tuanya yang menjadi mualaf. Tidak demikian dengan Aisha dan Phildel, anaknya. Aisha, keturunan Irlandia, suatu hari memutuskan bahwa dia harus memeluk Islam apapun resikonya. termasuk, kemungkinan akan membuat Phildel, putri semata wayangnya, kecewa. Di sisi lain, Phildel merasakan hal yang sama. Pencariannya tentang Tuhan, berujung pada Islam.
Peter Casey Tak Sungkan Shalat di Kedai Starbucks
Peter Casey, atau Abdulmalik, berlatar belakang Yahudi-Kristen. Namun pencarian spiritual pemuda berusia 23 tahun ini bermuara pada Islam. Pada usia 15 tahun, lulusan Queens College ini memutuskan bersyahadat. Ia misalnya, selalu pergi ke masjid setiap hari dengan 'menumpang' skateboard-nya -- gaya khas anak muda AS. Ia juga jarang berpikir dua kali untuk melakukan ibadah shalat di Starbuck, jika kebetulan ia tengah nongkrong di sana dan waktu shalat telah tiba.
Maher Zain: Musisi "Clean Art" yang Peduli Palestina
Maher Zain adalah satu dari sedikit musisi muslim dan penyanyi lagu-lagu islami yang meraih popularitas hampir di seluruh dunia; Eropa, Amerika, Australia, Timur Tengah dan berapa kawasan Asia, termasuk Indonesia. Lirik lagu yang religius dan menyentuh hati, diramu dengan berbagai aliran musik modern seperti pop dan R&B tanpa meninggalkan sentuhan musik tradisional Arab dan Turki, membuat karya-karya Maher Zain mudah diterima para pecinta lagu-lagu islami.
Denise Horsley: Saya Penari, Bolehkah Saya Memeluk Islam?
Menari adalah dunia Denise Horsley. Hobinya itu mengantarkannya melanglang buana, mendapatkan penghasilan lumayan, dan menjadi asisten dosen di fakultas seni di sebuah universitas di London. Wanita berusia 25 tahun ini lincah di atas panggung, dan sesekali berjilbab di kesehariannya. Tak ada yang menyangka, jebolan London College of Dance/Middlesex University tahun 1998 ini melalui pergulatan batin panjang sebelum memeluk Islam.
Salah Satu Hidayah Ahui, Mimpi Beradzan di Atas Kabah
Petunjuk Allah bisa datang dari mana saja. Khusus bagi Ahui, hidayah itu ia peroleh dari serangkaian mimpi. Pada usia 39, adalah awal pria keturunan Tionghoa itu mengalami serangkaian peristiwa yang akhirnya membawanya ke Islam. Saat itu ia bermimpi memasuki sebuah gedung dan mengaji di dalam gedung tersebut. Tapi ia tak memandang mimpi itu istimewa. Ahui tidak tergelitik. "Saya tidak tahu mengapa bisa mendapat mimpi itu, jadi saya abaikan saja," katanya.









