KH. HASBIYALLAH
Memperingati hari Pendidikan Nasional yang jatuh pada tanggal 2 Mei adalah memperingati kelahiran seorang tokoh pendidikan nasional, Soewardi Soerjaningrat yang dikenal dengan nama Ki Hadjar Dewantara, pendiri Taman Siswa. Namun selain dirinya, kita pun perlu memperingati peran para tokoh pendidik lainnya yang kiprahnya sangat berjasa bagi kemajuan pendidikan bangsa ini.
Di Betawi, salah seorang yang memiliki jasa besar kepada masyarakat di bidang pendidikan adalah KH.Hasbiyallah (namanya sering ditulis dengan Hasbiallah atau Hasbialloh). Ia adalah pendiri Lembaga Pendidikan Islam Al-Wathoniyah yang berbasis di Klender, Jakarta Timur. Kini Al-Wathoniyah telah memiliki 60-an cabang yang tersebar di DKI Jakarta atau di luar Jakarta yang didirikan dan atau dipimpin oleh kerabat dan atau murid-muridnya.
HAJI BETAWI KOK MEDIT?
Di Betawi, orang yang berstatus atau bergelar haji, dari dulu sampai sekarang, begitu dihormati. Dan orang-orang yang bergelar haji ini menjadi bagian dari elit Betawi. Orang-orang ini keahliannya bukan di bidang agama karena itu mereka tidak bisa disebut ulama atau ustadz. Namun ironinya, seperti judul laporan Koran Republika (Rabu, 17/04/2013) halaman 12 yang berjudul Sinetron ’Pak Haji’ Menuai Protes, memang kita perlu menyayangkan adanya beberapa sinetron yang setingnya menggunakan budaya dan dialek Betawi tetapi malah mengangkat kisah haji Betawi berperilaku buruk, bahkan ada pula yang terang-terangan memberikan judul Haji Medit. Haji Betawi kok medit? Ini jelas penghinaan bagi masyarakat Betawi
ONDEL-ONDEL DISUNAT
Pawai ogoh-ogoh yang diadakan di Silang Monas, Jakarta, Senin (11/3/2013) dalam rangka menyambut Hari Raya Nyepi juga menampilkan ondel-ondel ukuran raksasa. Ondel-ondel tersebut memang khas dari Betawi, dan ini yang disayangkan karena diikutsertakan dalam sebuah pawai keagamaan di luar Islam dan jelas-jelas untuk menyambut Hari Raya Nyepi. Harus diakui, Ini bentuk kekhilafan para seniman Betawi yang mengikuti pawai tersebut dan kudu banyak-banyak istighfar karena mengikutsertakan ondel-ondel dalam pawai tersebut, dan ini harus dijadikan pelajaran agar tidak terulang lagi. Khilaf karena ondel-ondel telah menjadi indentitas etnik Betawi, etnik muslim. Dengan kata lain, ondel-ondel tidaklah bebas nilai, bukan sekedar produk budaya an sich, ia punya agama, agamanya Islam. Istilah kawan saya yang seniman Betawi: Ondel-ondel udah disunatin.
KAUM BETAWI DI MASA DATANG

Tahun 2013 ini, kaum Betawi tengah bebenah, setelah jago mereka kalah dalam pertarungan di pilkada DKI Jakarta tahun 2012. Kekalahan yang dapat diterima karena kaum ini menyadari bahwa mereka tidak hidup sendirian. Ada saudara-saudara mereka yang beda etnis bahkan saudara-saudara mereka sendiri sesama Betawi yang mempunyai pilihan berbeda, yang menginginkan tokoh lain memimpin Jakarta, dan itu harus dihormati. Toh tujuannya tetap sama, yaitu keadilan, kesejahteraan, keamanan, ketertiban dan kenyamanan dapat dicapai secepat-cepatnya., terutama macet dan banjir bisa diatasi dalam tempo sesingkat-singkatnya.
PONDOK PESANTREN DI BETAWI
Kenakalan, pergaulan bebas dan keringnya pendidikan agama dan moral di kalangan remaja, tentu menjadi kekhawatiran para orang tua yang memiliki anak yang berusia remaja. Maka atas kenyataan ini, banyak orang tua yang kemudian memasukkan anaknya ke pondok pesantren, terlebih yang memang menghendaki anaknya menjadi ulama.


